Tampilkan postingan dengan label Goresan Warna Warni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Goresan Warna Warni. Tampilkan semua postingan

Perjalanan Aku Cari Cuan dari Shopee Affiliate

17 Maret 2026

Sebenarnya, aku udah notice soal potensi cuan dari affiliate Shopee itu dari beberapa tahun lalu. Waktu itu konsepnya masih terasa eksklusif banget. Nggak semua orang bisa langsung jadi affiliator kayak sekarang. Yang bisa join yaaa orang-orang tertentu yang udah dapat undangan. Sistemnya juga masih agak ribet. Mereka harus kontak pihak Shopee dulu buat ubah link produk biasa jadi link affiliate supaya bisa menghasilkan komisi.

Dan... aku bukan salah satu orang yang diundang. 

Sebagai orang yang suka scroll internet dan ngamatin peluang cuan online, rasanya agak gemes juga. Kayak lagi lihat pintu yang sedikit kebuka tapi aku nggak punya kunci buat masuk. Waktu itu aku cuma bisa lihat orang-orang share link produk, terus mereka cerita dapat komisi dari sana. Dalam hati aku mikir, “Wah kalau someday aku bisa ikut juga, lumayan banget sih.”

Dan entah mulai kapan (jujur aku juga lupa persisnya) akhirnya sistem Shopee Affiliate Program dipermudah. Rasanya tuh kayak pintu yang dulu cuma kebuka sedikit sekarang terbuka lebar. Orang biasa pun bisa gabung. Ya, ya, termasuk aku. Aku termasuk yang langsung daftar tanpa mikir panjang. Karena di kepalaku cuma ada satu pikiran: why not try? Kalau memang ada peluang dapat cuan dari share link, ya kenapa nggak dicoba.

Sekadar info, ada tiga cara dalam affiliate Shopee: lewat media sosial, lewat Shopee Video, dan lewat Shopee Live. 


Tiga-tiganya pernah aku coba. Bisa dibilang aku sempat eksplor semuanya, meskipun hasilnya ya… begitulah. HAHA.

Akhirnya Drama Coretax Berakhir Juga!

22 Februari 2026

Setelah berhari-hari bahkan mungkin berminggu-minggu kepikiran sama lapor pajak, akhirnya aku bisa menyelesaikan ini sendiri, tanpa perlu bayar jasa, maupun ke KPP terdekat. Sebenarnya nggak pure sendiri sih, karena aku dapat banyak bantuan dari tutorial gratis yang ada di sosial media.

Terutama tutornya kak Eka Noerma. Sangat sangat sangat membantu aku.
Barangkali ada yang butuh langkah-langkahnya untuk lapor SPT bagi affiliator, bisa dilihat di sini ya.
Terima kasih banyak, kak. Sukses selalu.


Jujur aku masih sangat awam sama Coretax. Kalau lapor SPT via DJP (sebelum era Coretax ini) aku bisa menyelesaikan dalam satu hari, bahkan hanya beberapa jam (atau mungkin kurang dari satu jam, aku lupa). Tapi lewat Coretax ini beda, prosesnya terasa sangat panjanggg. 

Bahkan step awalnya aku mengalami kegagalan. Baru sampai situ aku udah ngalamin ujian kesabaran. Untunglah aku masih punya stok kesabaran dan rasa nggak enak kalau belum tuntas itu masih terus ada. Sooo, aku hanya bisa terus mencoba. Sambil berharap kalau ini bisa selesai tanpa perlu ngurus lewat offline.


DAN ALHAMDULILLAH BISA!


Akhirnya selesai juga drama ini.

P.S. Aku masih harus ke KPP buat nemenin ayah lapor pajak T.T 
Jadi masih harus ke sana nih??? Siap!

post signature

Aktivasi Akun Wajib Pajak

19 Februari 2026

Lagi-lagi Coretax.


Setengah tiga pagi udah berurusan dengan Coretax

Aku pikir drama lapor pajak tahun ini bakal selesai dalam satu kali duduk manis. Apalagi pakai sistem baru, kirain bakal lebih satset.  Ternyata? Tak semudah itu~ 😭

Dua hari lalu aku udah coba. Kemarin coba lagi. Mumpung aku bangun di pagi buta.

Aku masih ingat hari pertama aku cobain sistem Coretax ini. Step awal aja udah bikin aku pengen tutup laptop dan pura-pura lupa kalau aku punya kewajiban perpajakan. Mengingat saat itu, tiap kali aku coba aktivasi akun Coretax, hasilnya selalu sama: gagal. 

Drama Lapor Pajak yang Ternyata Belum Happy Ending

17 Februari 2026

Kalau tahun lalu aku pernah nulis pengalaman pertamaku lapor pajak lewat DJP Online (yang bisa dibaca di sini), kali ini aku mau cerita soal pengalaman yang sama tapi ini lewat Coretax. 


Sekarang sistemnya sudah beralih ke Coretax. Yang katanya lebih modern, lebih terintegrasi. Secara konsep sih terdengar promising banget. Tapi seperti biasa, teori dan praktik kadang beda universe.

Sebelum memutuskan untuk buka Coretax, aku sempat baca beberapa keresahan warganet soal Coretax. Timeline X, Threads, hingga komen YouTube dan Tiktok penuh cerita struggle: nggak bisa aktivasi, OTP nggak masuk, sistem error, sampai yang akhirnya menyerah dan datang langsung ke KPP. 

Aku hanya berharap aku nggak perlu datangin KPP, cukup lakukan pelaporan pajak lewat online.

Tapi ternyata… aku gagal juga.

Beli Album Korea Lagi

21 Desember 2025

Beberapa hari ini aku lagi flu batuk berdahak. Rasanya nggak enak.
Tapi itu nggak menyurutkan niatku buat unboxing paket yang baru datang. HAHAHA.

Dalam rangka merayakan dua album Korea yang laku di awal Desember (album B.A.P dan Momoland), aku putuskan beli album lagi. Lepas dua beli satu. Udah lama juga aku nggak beli album. Selama pandemi, buset... aku paling hedon sama album Korea sepertinya. Tiap ada yang unik, bawaannya checkout.

Dari 120+ album yang aku beli, di tanganku sudah tinggal <20 album yang tersisa. Lainnya ke mana? Udah aku jual. Otak bisnis memang.


Kali ini yang aku beli adalah album solois Lee Seung Gi. Judulnya The Project. Album ini keluaran tahun 2020. Lee Seung Gi berkolaborasi dengan beberapa musisi ternama untuk The Project ini.

Di antara lagu-lagu yang ada di The Project, aku paling suka sama lagu yang judulnya LOVE (sarang).


Tentu, aku seneng banget sewaktu nemuin album ini di Shopee. Nggak nyangka bisa dapat di harga 50ribu dengan kondisi preloved. Meskipun nggak tampak baru, setidaknya ini masih worthy of collection. Terus nggak nyangka juga dibungkusnya pakai official poster, tanpa bubblewrap sama sekali. 


Oiya, aku juga dapat bonus dari sellernya. Photocard boyband BTOB yang di belakangnya ada cincin manik-manik.


post signature

Kembali Berkontribusi di IDN Times

24 September 2025

Pernah nggak sih kamu punya aktivitas yang dulu kamu suka lakukan namun pada akhirnya kamu tinggalin karena berbagai alasan? Terus beberapa tahun kemudian, kamu nemu sesuatu yang bikin api semangat itu berkobar lagi. That’s exactly what happened to me.

Aku masih ingat banget terakhir kali submit artikel ke IDN Times itu tahun 2018. Lama banget ya kalau dipikir-pikir. Bukan cuma setahun dua tahun itu mah. Dulu, waktu awal jadi kontributor, aku tuh semangat 45 banget. Tahun 2018 itu aku cukup aktif nulis di IDN Times. Ide-ide ngalir, semangat masih full bar, dan setiap kali artikel publish tuh rasanya kayak dapet achievement badge. Bawaannya suka buka dashboard kontributor tiap kali online buat mantengin perubahan status. Dengan harapan, banyak tulisan yang statusnya berakhir di Publish.

Sayangnya banyak artikelku yang nggak ada kabar. Bayangin, udah riset, nulis lama, edit berkali-kali, tapi statusnya cuma mandek di On Hold. Aku tahu banyak saingan dan tentu aja kiriman tulisan dari mereka semua nggak cuma satuan dan puluhan, pasti ada banyak banget. Tapi kalau digantung, bawaannya tuh nggak pasti. Faktor itulah yang bikin semangatku mulai kendor hingga akhirnya padam.

Waktu berjalan hingga tibalah September 2025. Lagi asik scrolling Threads, eh aku nemu seseorang yang sharing artikelnya dimuat di IDN Times. Postingan singkat itu bikin aku mikir, "Eh iya ya, aku dulu juga pernah kontribusi di sana. Kenapa nggak coba lagi? Worst case, ditolak dan digantung lagi. Best case, ada yang publish. At least, aku bisa membangun kebiasaan nulis lagi."

And boom... nggak lama, aku memutuskan untuk login lagi ke akun IDN Times-ku yang udah berdebu.


Sebenarnya aku udah ada niat nulis hal lain. Eh, harus ditunda dulu lantaran topik yang satu ini beneran masih anget-angetnya.

Seperti biasanya, aku bangun pagi. Mencoba mengawali hari dengan penuh semangat. Aku buka laptop dan melakukan step by step rutin yaitu nyalain internet, tapi oh tapi hari ini ada yang beda. Tombol Wi-Fi (yang biasanya muncul di pojok kanan bawah pas diklik ikon network) mendadak hilang.

Kemana larinya tombol itu?

Aku kira itu masuk hidden icons secara nggak sengaja. Tapi ternyata, di sana pun tetap nggak aku temukan.

Aku coba reset laptop, gagal. Coba matikan laptop sebentar terus nyalain lagi, gagal. 

Aku putuskan cara andalanku kalau tiba-tiba koneksi internet bermasalah: klik troubleshoot problems, ternyata cara ini juga nggak membantu.

Terus aku harus gimana?


Aku pun lari ke mbah Google. Aku cari tuh dengan masukkin apa yang keluar pas aku klik troubleshoot problems. Yaitu an Ethernet cable is not properly plugged in or might be broken. Di bagian atas, hasilnya keluar beberapa video pilihan YouTube.

Kedatangan Paket dari Seedbacklink

19 Juli 2025

Beberapa minggu lalu (26/6), aku dikejutkan dengan kedatangan kurir. Masalahnya, paketku masih dalam perjalanan jauh dan rasanya itu bukan paket milik saudaraku. Apa jangan-jangan salah alamat lagi? Karena belum lama, ada paket nyasar yang ditaruh di rumahku, padahal jelas-jelas nomor rumahnya beda. Mungkin kurir familiar dengan digit-digitnya, jadi belum lihat seksama sudah main naruh aja.

Kali ini paketnya tepat sasaran. Pas aku terima paket itu, ternyata memang ditujukan buat aku. Paket apa nih? Kok gede.



Aku baca data pengirimnya, ternyata dari SEEDBACKLINK.
Kejutan membahagiakan apa ini? Alhamdulillah...

Aku salut sama cara ngepaknya. Bubblewrap nggak nanggung dan ada fragile tape-nya karena ternyata salah satu isinya adalah barang pecah belah. Pastinya, aku buka paket dengan sehati-hati mungkin. 


Apa aja isinya?
Ternyata isinya ada tiga item eksklusif dari Seedbacklink. 

Pengalaman Bikin KTP Digital

28 Juni 2025

Jujur nih, aku termasuk generasi yang kadang suka bilang: “nanti aja deh, toh belum wajib.” Termasuk soal KTP Digital alias IKD (Identitas Kependudukan Digital). Udah digaung-gaungkan sejak 2023, tapi aku baru bener-bener ngurusin di tahun 2025. Kudet? Bisa jadi. Mager? Mungkin. Tapi alasan utamanya lebih kompleks daripada itu. Dan yap, aku baru tau ternyata prosesnya... nggak serumit yang aku kira, tapi juga nggak sesederhana itu sih.

Memang harus ngalamin sendiri biar bisa bagikan pengalaman.


Sampai akhirnya, ada satu anggota keluargaku yang ngajakin ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) buat urus KTP Digital. Alasannya? Bikin-bikin aja. Nah karena aku nggak pengen ribet bolak-balik hanya untuk ini, yaudah lah, sekalian aja bikin. Berhubung tiap hari pasti ada aja yang ngurus ini-itu di Dispendukcapil, belum tentu besok atau minggu depan atau tahun depan bisa dateng lagi dengan mood yang sama, makanya aku putuskan untuk ikut bikin juga. Walaupun dalam hati masih rada skeptis, “Ini beneran bakal berguna nggak sih?”

Tiga Kesalahan

1 Mei 2025

Pernah nggak sih kalian ngalamin beberapa kejadian yang keliatannya remeh, tapi ternyata nggak seremeh itu buat menciptakan akhir yang sesuai dengan keinginan kalian?



Ada tiga kejadian berbeda yang bikin aku ngelus dada dan bilang "ini kenapa sih?" 

Yaaa, kadang hidup memang ngasih kita pelajaran lewat kegagalan.

Mulai dari masalah charge laptop, langganan Google One, sampai proses buka toko di Etsy yang ternyata prosesnya nggak semulus yang aku idam-idamkan. Jadi, ini dia cerita lengkapnya.

Kartu Debit Jago Syariah VISA

15 April 2025

Bank Jago? Kenapa milih buka rekeningnya di Bank Jago? Oke siap, aku bakalan ajak flashback dulu ke hari itu.


Aku tipikal yang kalau mau ambil keputusan biasanya harus riset dulu dari berbagai sumber. Termasuk waktu aku memutuskan buat buka rekening digital. Jadi aku cari tahu dulu: digital bank mana sih yang rekomen, aman, dan pastinya sesuai kebutuhan aku?

Setelah scroll sana-sini, baca tulisan pengalaman orang lain, nonton beberapa review YouTube & Tiktok, akhirnya shortlist-ku mengerucut ke dua nama besar: Bank Jago dan Blu by BCA. Dua-duanya punya reputasi oke, fitur menarik, dan yang paling penting: bisa diurus hanya dari hape. Tapi yaa… siapa sangka perjalanan ini malah ada plot twist-nya.

Pengalaman Pertama Lapor SPT NPWP Orang Pribadi

27 Maret 2025

Jujur, sebelum masuk tahun 2025, aku tuh nggak terlalu mikirin banget soal pajak.

NPWP? Udah ada.

Lapor SPT? Oops, that’s totally out of my radar.

Tapi karena aku buat NPWP di tahun 2024, otomatis aku wajib lapor SPT di 2025. Kalau kalian baru buat NPWP tahun ini, bersiaplah! Tahun depan kalian harus lapor juga.

Aku sempat baca-baca kalau lapor SPT itu ribet, sering error, apalagi kalau belum pernah sama sekali. Tapi yaudah, daripada kena denda (yang katanya sekitar 100 ribu rupiah kalau nggak lapor), lebih baik aku coba urus dari awal. Sendiri. Tanpa pakai joki (alias aku parnoan pakai jasa online, takut data kenapa-napa, takut yang nggak diinginkan terjadi). Dan syukurlah, perjalanan pertama kali lapor SPT... sukses!



Buat yang belum tahu, Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) adalah laporan pajak pemilik NPWP yang harus disampaikan ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Intinya, ini adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai warga negara buat ngelaporin penghasilan kita dalam setahun. Walaupun mungkin kita nggak punya penghasilan tetap atau penghasilan kita masih kecil, tetap harus lapor. Seperti yang udah aku kasih tahu sebelumnya, yang nggak lapor, bakalan kena denda.

Preply Tutors Cafe

10 Februari 2025

Pengalaman pertamaku ikut Preply Tutors Cafe.

Kali ini aku mau berbagi pengalamanku ikutan Preply Tutors Cafe yang diadakan pada 6 Februari lalu. Buat yang belum tahu, Preply adalah platform online yang menghubungkan tutor dengan siswa dari berbagai negara. Jadi, kalau kamu pengen punya penghasilan tambahan dengan menjadi tutor, atau punya skill mengajar bahasa atau bidang lain, bisa banget coba daftar jadi tutor di Preply.

Nah, beberapa hari sebelum event ini berlangsung, aku dapat email undangan dari Preply buat gabung di Tutors Cafe, sebuah wadah yang bertujuan buat sharing pengalaman, tips mengajar, dan berbagai materi seputar dunia tutoring di Preply. Sounds interesting, kan? Event ini berlangsung selama 60 menit dan ada dua sesi waktu berbeda yang bisa dipilih. Aku akhirnya mutusin buat ambil sesi sore di waktu Indonesia karena pengalaman aku ikut Zoom Preply waktu malam eh malah kebablasan tidur setengah jam sebelum acara dimulai.



Jujur, ini pertama kalinya aku ikutan event Tutors Cafe, dan aku agak excited sekaligus nervous. Pas jamnya tiba, aku coba gabung Zoom pakai laptop, tapi nggak bisa masuk! Aku coba refresh, install, coba cara lain, tetap nggak berhasil. Panic mode: ON. Akhirnya, aku ambil HP dan coba masuk dari sana. Beberapa kali gagal juga, sampai akhirnya aku berhasil join… meskipun terlambat.

Goodbye Domain .com

15 Januari 2025

Selama beberapa tahun terakhir, aku punya dua situs: satu blog pribadi yang udah nemenin aku lebih dari 10 tahun (yap, blog ini) dan satu lagi situs toko online produk digital aku. Nah, kemarin adalah hari terakhir domain toko online aku dengan ekstensi .com aktif. Aku putuskan untuk nggak memperpanjang langganannya. Aku hanya mempertahankan domain .com untuk blog ini saja.

Kenapa Hanya Blog Ini yang Aku Pertahankan?
Simple. Karena biayanya. Hahaha.

Blog ini udah nemenin aku lebih dari 10 tahun. Aku udah nulis banyak cerita di sini, dari yang cringe di awal-awal sampai yang sekarang lebih-enak-dibaca. Banyak banget kenangan dan proses tumbuh yang aku alami bersama blog ini. Rasanya nggak mungkin aku biarin domain ini expired.

Sedangkan situs satunya adalah cerita lain. Tahun ini adalah tahun ketiga sekaligus terakhir aku pakai domain .com. Alasannya? Perpanjangan domain itu bikin aku harus keluarkan biaya lebih besar. Nggak cuma domain, aku juga harus bayar perpanjangan Carrd Pro (US$19 kalau harga normal) yang aku pakai buat landing page-nya. Jadi, daripada pengeluaranku double, aku pilih relakan saja website itu.


Cukup melegakan. Dengan melepas domain .com, aku jadi nggak terlalu terbebani dengan biaya-biaya tambahan. Aku bisa alokasikan budget itu untuk hal-hal yang lebih penting.

Akhirnya Laptop Sembuh

26 September 2023

Kalau kalian notice postinganku dulu banget, di situ aku cerita kalau laptopku sedang nggak baik-baik aja. Yap, penyakit laptop ASUS kumat lagi. Mungkin faktor udah memasuki usia 4 tahun lebih, memori kepenuhan, atau karena aku pernah ngecas terus nggak sengaja aku tinggal begitu saja (karena kejebak hujan yang lama redanya) dan berakhir dengan overcharger.


Tahun 2021 usianya sudah memasuki empat tahun. Sejak saat itulah, masalah demi masalah kesehatan laptop mulai tampak. Seperti, kalau mau pakai harus dicas, kadang bisa hidup tapi seringnya nggak, belum lagi wifi trouble mulu.

Alhasil, sakitnya makin parah.

Akhir 2021 aku ke tempat servis andalan saudaraku, pas mau servis laptop ini eh rupanya teknisinya lagi libur panjang.

Setelah itu aku nggak balik ke sana ataupun cari tempat servis lain. Biarin aja. Jadi kalau benar-benar emergency yang harus banget pakai laptop, aku pinjam laptop saudara bentar.

Awal September ini (jaraknya memang sangat jauh, i know) aku kembali ke tempat servis itu. Lokasinya memang nggak dekat dari rumahku. Mungkin kisaran 15-20 menit sampai, asal lalu lintas mendukung. Aku ke sana dengan niat mau menyembuhkan segala penyakit laptop ASUS-ku dan nggak disangka-sangka rupanya antrian membludak. 

Ini antriannya masih banyak banget, mbak. Ada yang 30 hari belum disentuh.

"Waduh," batinku.

Dan benar aja, di rak terbuka terlihat banyak laptop yang butuh perhatian. Karena aku rasa baterai laptopku bermasalah jadi aku pesan baterai. Aku juga sekalian curhat soal kenapa wifi laptopku sering bermasalah. Meskipun dijelasin ternyata aku nggak bisa mengingat jelas detailnya, soalnya yang teringat cuma jadi ininya biasanya kotor, perlu diiniin, atau mungkin juga karena ini mbak. Sangat abstrak ingatanku soal itu.

Hunting Barang Buat Kamar Baru

15 Oktober 2022

Hai, hai!

Akhirnya, setelah penantian cukup panjang, kamar baruku sudah rampung. Yeay! 

Isinya baru sebatas kasur, bantal, dan guling.  Kasurnya single, ditemani dengan dua bantal dan satu guling. Karena memang sudah punya, jadi aku cukup pakai yang ada aja. 

Mungkin akan ada penambahan seiring tulisan ini aku sunting.

Lanjut. Sekeliling kamar ini berwarna merah muda. Pink adalah warna kesukaan saudaraku, jadi warna domininannya disamakan aja, termasuk warna kamarku. Aku bukannya benci sama warna pink sih, tapi terlalu cewek bagiku. Hahaha. 


Sebelum kamar ini jadi, aku sempat membayangkan suasana kamar yang minimalis. Minim barang tentunya. Tapi, aku rasa nggak semudah itu merealisasikannya. Godaan konsep minimalis nggak hanya dari diri sendiri tapi juga faktor luar.

Pertama Kali Cobain YouTube Premium

25 Agustus 2022

Hai, hai!

Di tengah pergempuran platform layanan berbasis video, Youtube masih di hati sampai saat ini.  Aku pengguna Youtube sejak tahun 2010. Sudah pernah ada di posisi penonton, komentator, sampai content creator. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, posisi Youtube masih ada di deretan teratas platform yang sering kubuka. Bahkan dengan adanya iklan sekalipun. 

Lalu, entah kenapa, aku pengen coba-coba Youtube Premium. Biasanya tiap ada iklan lewat buat cobain versi free trial aku cuekin aja. Takutnya coba sekali tau-tau main langganan tiap saat. Duitnya lumayan juga, mending ditabung. 

Dengan tekad kuat dan penuh pendirian, aku putuskan buat cobain sebulan gratis nikmati akses Youtube Premium.

Pengalaman Perpanjang Online SIM A & C Tahun 2022

28 Juli 2022

Hai, hai!

Masih berhubungan dengan postingan sebelumnya seputar perpanjangan SIM online. Jika sebelumnya bahas soal kesulitan yang kualami selama proses perpanjangan, kali ini aku mau informasikan kabar terbaru: kedua SIM aku baik SIM A maupun SIM C sudah sampai!


Aku sengaja melakukan proses pembayaran SIM A dan C secara tidak bersamaan. Ada dua opsi pengiriman, SKH dan ekspres. Selisihnya 13ribuan, tentu yang ekspres sedikit lebih mahal. Jadi aku sengaja mengurus terpisah, antisipasi apabila terjadi kegagalan (proses tidak berhasil atau SIM tidak sampai ke rumah). Sekaligus ingin menguji berapa hari perbedaan sampainya antara SKH dan ekspres.

Perlu digarisbawahi, setiap proses perpanjangan bisa berbeda-beda. Bisa jadi proses kalian jauh lebih cepat, atau mungkin kebalikannya.

Perpanjangan SIM Online, Yakin Gampang?

27 Februari 2022

Hai, hai!

Siapa di sini yang berniat melakukan perpanjangan SIM secara online? Siapa pun pasti berminat jika itu memang lebih praktis. Tapi benarkah perpanjang via daring jauh lebih mudah?

Aku sudah coba urus secara online. Kalau kata orang-orang tuh tinggal sat set sat set, klik-klik isi-isi, bayar, kemudian duduk manis saja, paket berisi SIM pun tiba.

Benarkah?

Oh ternyata...

...itu tidak berlaku untukku. *sedih*

Nyatanya tidak semudah itu.


Ada tiga aplikasi yang perlu disiapkan untuk ini: Digital Korlantas, e-Rikkes, ePPsi SIM.

Pengalaman Ajukan Pengembalian Barang di Shopee

31 Desember 2021

Hai, hai!

Selama pandemi entah sudah keberapa kalinya aku belanja online. Mulai dari barang titipan, barang yang memang aku perlukan, sampai barang yang kubeli karena efek 'lapar mata'.

Salah dua barang yang aku baru beli adalah sebuah bluetooth keyboard (aku ngetik postingan ini lewat hp dengan bantuan keyboard ini) dan juga mic.

Aku cukup menantikan paket ini karena memang sudah kepengen sejak lama. Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya paket aku tiba.

Untuk keyboard, amanlah, nggak ada masalah apa pun sejauh ini. 

Nah, masalahnya ada di mic yang aku beli.