Perjalanan Aku Cari Cuan dari Shopee Affiliate
Sebenarnya, aku udah notice soal potensi cuan dari affiliate Shopee itu dari beberapa tahun lalu. Waktu itu konsepnya masih terasa eksklusif banget. Nggak semua orang bisa langsung jadi affiliator kayak sekarang. Yang bisa join yaaa orang-orang tertentu yang udah dapat undangan. Sistemnya juga masih agak ribet. Mereka harus kontak pihak Shopee dulu buat ubah link produk biasa jadi link affiliate supaya bisa menghasilkan komisi.
Dan... aku bukan salah satu orang yang diundang.
Sebagai orang yang suka scroll internet dan ngamatin peluang cuan online, rasanya agak gemes juga. Kayak lagi lihat pintu yang sedikit kebuka tapi aku nggak punya kunci buat masuk. Waktu itu aku cuma bisa lihat orang-orang share link produk, terus mereka cerita dapat komisi dari sana. Dalam hati aku mikir, “Wah kalau someday aku bisa ikut juga, lumayan banget sih.”
Dan entah mulai kapan (jujur aku juga lupa persisnya) akhirnya sistem Shopee Affiliate Program dipermudah. Rasanya tuh kayak pintu yang dulu cuma kebuka sedikit sekarang terbuka lebar. Orang biasa pun bisa gabung. Ya, ya, termasuk aku. Aku termasuk yang langsung daftar tanpa mikir panjang. Karena di kepalaku cuma ada satu pikiran: why not try? Kalau memang ada peluang dapat cuan dari share link, ya kenapa nggak dicoba.
Sekadar info, ada tiga cara dalam affiliate Shopee: lewat media sosial, lewat Shopee Video, dan lewat Shopee Live.
Tiga-tiganya pernah aku coba. Bisa dibilang aku sempat eksplor semuanya, meskipun hasilnya ya… begitulah. HAHA.
Cara pertama yang paling simpel menurutku adalah lewat media sosial. Jadi konsepnya aku cuma perlu share link affiliate ke platform seperti Instagram, X, atau Threads. Setiap orang yang klik link itu dan melakukan pembelian, aku berpeluang dapat komisi. Kedengarannya simpel, kan?
Tapi realitanya… nggak selalu semudah itu.
Aku bisa hitung jari berapa kali link yang aku share benar-benar 'ampuh'. Biasanya kalau postinganku viral atau seenggaknya lumayan ramai, peluang orang checkout lewat link aku yaaa lebih besar. Tapi kalau biasa saja… ya kemungkinan besar juga bakal lewat begitu saja tanpa ada yang klik. Jujur saja, pengalaman aku lebih banyak zonknya. Banyak link yang aku share tapi nggak ada yang checkout sama sekali.
Walaupun begitu aku tetap melihat satu sisi positif dari sistem affiliate ini. Bahkan kalau orang cuma klik link aku tapi tidak membeli produk yang aku tautkan, lalu mereka malah checkout produk lain di dalam aplikasi, aku masih punya peluang dapat 'cipratan' komisi. Jadi secara teknis, klik itu tetap punya potensi menghasilkan sesuatu.
Cara kedua adalah lewat Shopee Video.
Buat aku, Shopee Video ini terasa seperti aset digital. Karena sekali bikin video dan menautkan produk di dalamnya, konten itu bisa terus bekerja bahkan saat aku lagi nggak ngapa-ngapain.
Memang sih, aku nggak bisa dibilang orang yang rajin banget bikin Shopee Video. Tapi setidaknya setiap minggu aku usahakan ada satu konten yang aku upload. Kadang review produk, kadang konten unboxing sederhana, kadang sesuatu yang beda dari dua itu.
Salah satu SV yang lagi naik daun belakangan ini adalah senter kepala ini.
Hal yang paling aku suka dari Shopee Video adalah unsur kejutannya.
Seperti, ada video yang baru saja aku upload, tiba-tiba beberapa jam kemudian sudah ada yang checkout produknya. Kusebut ini momen langka.
Ada juga video yang sudah lama banget nongkrong di akun aku… mungkin berbulan-bulan… tiba-tiba surprise... dapat komisi dari video tersebut. Ah, rasanya kayak nemu uang di kantong celana yang sudah lama nggak dipakai. Unexpected tapi menyenangkan.
Cara ketiga adalah lewat Shopee Live.
Ini yang paling menantang menurutku.
Sekitar akhir tahun 2024 aku pernah cukup aktif nge-live. Waktu itu aku benar-benar mencoba serius. Beberapa kali aku siaran langsung lebih dari satu jam, berharap ada penonton yang tertarik dan akhirnya checkout produk yang aku promosikan.
Tapi kenyataannya… banyak juga sesi live yang berakhir zonk.
Aku pernah live lama banget, capek ngomong, capek promosi, tapi di akhir sesi tidak ada satu pun checkout. Walaupun begitu ada juga momen yang lumayan ramai. Biasanya saat tanggal kembar atau saat Payday Sale seperti tanggal 25. Penonton tiba-tiba meningkat, chat juga lebih aktif. Tapi tetap saja, komisinya tidak sebesar yang sering dibagikan orang-orang di internet.
Kalau pengalaman aku, komisi puluhan ribu saja sudah termasuk yang paling besar.
Dan untuk mendapatkan penonton, ternyata nggak cukup hanya sekadar live. Kadang butuh strategi tambahan. Salah satunya adalah bagi-bagi koin ke penonton. Di Shopee Live memang ada fitur untuk itu. Jadi aku bisa membeli koin lalu membagikannya saat live supaya penonton lebih tertarik untuk stay.
Kalau ada dana lebih, bisa pakai iklan untuk menarik penonton. Apakah ada jaminan banyak yang checkout? Tentu nggak ada.
Tapi di titik itu aku mulai mikir lagi.
Apakah effort dan modalnya masih sebanding dengan hasil yang aku dapat.
Dan jujur saja, untuk saat ini… aku mulai merasa kalau live bukan metode yang paling cocok buat aku. Terlalu banyak energi yang keluar dibandingkan hasil yang aku dapat. Jadi aku stop.
Sekarang kalau ditanya mana metode affiliate yang paling aku suka, jawabannya Shopee Video. Karena rasanya lebih santai. Aku bisa bikin konten kapan saja, upload, lalu membiarkannya bekerja sendiri.
Walaupun hasilnya tidak selalu besar, tapi setidaknya masih ada kemungkinan dapat kejutan komisi dari waktu ke waktu.
Dan mungkin… itulah yang membuat aku masih bertahan di dunia affiliate sampai sekarang.
Karena di balik setiap link yang aku bagikan, selalu ada satu harapan siapa tahu kali ini bukan zonk.
Posting Komentar
Tinggalkan jejak yuk ^^ Jangan pelit- pelit~ ❤