Aplikasi Tiktok telah berhasil menarik masa untuk menjadi pengguna. ByteDance telah menciptakan aplikasi media sosial berbasis video pendek yang tak hanya ramai di negara asalnya (China), tapi juga di seluruh dunia. Pada tahun 2020, Tiktok menjadi aplikasi paling banyak diunduh, dengan total mencapai lebih dari 850 juta unduhan. Menurut Phone Arena yang dihimpun oleh Kompas Tekno, mencapai 80% pengguna mengatakan jika Tiktok menjadi platform yang paling menghibur, karena Tiktok sendiri merupakan aplikasi media sosial yang tidak hanya bisa membagikan video pendek saja, tapi pengguna juga bisa membuat dan mengedit video pendek dengan berbagai filter yang unik disertai musik sebagai pelengkap video.
Menariknya, saat ini video Tiktok tidak hanya bisa kita lihat di aplikasi asalnya saja. Kini video Tiktok berseliweran di berbagai media sosial kita seperti di Instagram, Youtube, bahkan Facebook. Sehingga tak heran jika konten-konten di Tiktok cepat sekali viral.
Bisnis go digital memang telah menjadi alternatif dalam meningkatkan penjualan. Media sosial telah menjadi pilihan dalam pemasaran. Banyak bisnis daring yang memanfaatkan Instagram, Facebook, dan Youtube dalam beriklan.
Tapi, tahukah kalian ternyata Tiktok juga dapat kalian gunakan untuk memasarkan produk? Salah satu alasan mengapa kalian perlu melirik dan mulai menggunakan Tiktok sebagai media pemasaran karena banyak penggunanya, bahkan Tiktok diprediksi jika pengguna aktif bulanan secara global pada Mei 2022 akan mencapai lebih dari satu miliar.
Wah, bisa kalian bayangkan bukan, pasar yang begitu besar ada di sana.
Tentunya ini merupakan angin segar bagi pelaku bisnis dalam memasarkan produknya. Kesempatan besar ini tentu tidak boleh kalian sia-siakan. Namun, pertanyaannya adalah bagaimana cara memasarkan produk di Tiktok secara efektif? Pastinya kalian tidak mau kan, hasil video pendek yang kalian sudah buat dan edit hanya lewat begitu saja tanpa mendatangkan pembeli?
Lalu, bagaimana cara meracuni mereka agar membeli produk kalian?