Slider

Book

Review

Story

Travel

Latest Blog

Pentingnya Detoks Digital

1 Juni 2021

Hai hai!

Di kehidupan zaman sekarang memang tidak bisa dilepaskan dari kemajuan teknologi yang setiap harinya akan semakin berkembang pesat. Penggunaan perangkat digital sudah menjadi satu hal yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Mulai dari laptop, tablet, komputer, ponsel, dan perangkat lainnya.


Dari perangkat tersebut, terbukti bahwa kita sangat terbantu dalam aktivitas seperti sekolah, kuliah, kerja, hingga belanja daring. Namun ternyata menggunakan perangkat digital tersebut secara terus menerus juga kurang bagus untuk kesehatan seseorang.

Nah, untuk mencegah terjadinya hal tersebut, kita dapat melakukan satu aktivitas yang bernama detoks digital.

Apa itu detoks digital?

Detoks digital adalah waktu di mana seseorang tidak menggunakan perangkat digital (seperti smartphone, laptop, komputer, dan lain-lain) untuk sementara waktu.

Saat melakukan detoks digital, kita didorong untuk melakukan kegiatan lain. Detoks digital dianggap akan menghadirkan ketenangan serta kedamaian karena kita bisa terhindar dari gangguan-gangguan digital. Hasilnya, kita jadi lebih fokus dalam menghadapi semua hal yang terjadi dalam kehidupan nyata.
Hai hai!

Lagi asik bersantai tiba-tiba kecoa lewat? Mau istirahat di kamar tidur, begitu masuk kamar justru berpapasan dengan kecoa? Lagi menikmati masa rebahan, eh muncul sosok kecoa di langit-langit kamar? Hayo, siapa yang pernah mengalaminya?

Kehadiran kecoa sungguh meresahkan, bukan? Apalagi jika serangga menggemaskan yang satu itu mendadak terbang ke arah kita, tentu saja akan membuat kita kaget dan spontan lari berhamburan, kecuali jika sudah terbiasa dengan adegan kecoa terbang.

Serangga yang muncul tanpa diundang ini kerap menjadi suatu masalah bagi para penghuni rumah. Kecoa mengandung bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Selain itu, kemunculan kecoa juga menjadi suatu pertanda bahwa rumah Anda kurang sehat.


Adapun faktor penyebab kemunculan kecoa di rumah, antara lain:

Tidak adanya ventilasi atau siklus udara yang baik
Suhu udara yang meningkat membuat seisi ruangan menjadi jauh lebih hangat.

Kondisi hangat dan lembap
Kondisi yang cocok untuk perkembangbiakan kecoa. Rata-rata, sang kecoa betina mampu melepaskan 30 telur selama hidupnya. 

Kondisi kotor
Kondisi rumah kotor dapat menjadi pemicu utama atas kehadiran kecoa. Kecoa seringkali menaruh telur-telur mereka di tempat-tempat kotor, karena di sanalah, kecoa muda mendapatkan makanan yang cukup untuk tumbuh.

Keadaan gelap atau minim cahaya
Keadaan favorit bagi para kecoa. Tidak mengherankan jika kamar mandi sering disinggahi hewan nokturnal ini.

Daftar Harga Lengkap Coklat Batangan

17 April 2021

Hai hai!

Hayo, siapa di sini yang pecinta coklat? Angkat tangan!



Coklat merupakan rasa yang digemari oleh banyak orang. Selain cokelat, biasanya rasa lain yang populer adalah rasa vanila, stroberi, dan rasa lainnya. Berbagai rasa tersebut bisa ditemukan untuk berbagai kuliner seperti kue ulang tahun, es krim, dan makanan kecil lainnya. Coklat sendiri dikenal merupakan pilihan yang tidak pernah salah. Sehingga tidak heran apabila banyak rasa makanan atau minuman yang ditawarkan dengan rasa ini.

Untuk membuat makanan atau minuman yang menghasilkan rasa cokelat, kalian bisa menggunakan bahan coklat yang bisa ditemukan di pasaran. Kalian bisa memilih jenis cokelat yang sesuai dengan makanan atau minuman yang dibuat. Misalnya untuk membuat kue, maka biasanya bisa menggunakan cokelat batangan yang dilelehkan dan ditambahkan sebagai bahan utama untuk menghasilkan rasa cokelat yang lezat. Ketika membutuhkan produk cokelat batangan, teman-teman bisa memilih banyak tempat untuk membelinya. 

Seperti di TokoWahab yang merupakan tempat membeli bahan kue seperti mentega dan lainnya. Ditambah ada coklat sebagai salah satu bahan dasar membuat kue.


Sold Out!

18 Maret 2021

Hai hai!

Masih seputar Shutterstock lagi.


Aku mau kasih unjuk foto yang kemarin laku. Foto ini adalah secuil foto yang masih bisa diselamatkan. Sebelum aku mengenal dunia microstock, aku memang sering mengunggah foto-foto di Google Maps, dan setelah itu langsung kuhapus tanpa pikir panjang.

Ternyata oh ternyata, bisa banget loh jual foto di internet. Jujur, aku baru ngeh soal itu di tahun 2020! Ketika aku sudah menyetorkan ribuan foto ke Google Maps. Tau gitu kan aku coba submit ke beberapa tempat sebelum dihapus. :')

Ya sudahlah, nasi telah menjadi bubur, mau diapakan lagi. Ya nggak?

Kembali ke foto yang sold out kemarin. Foto ini aku submit di bulan Desember 2020. Foto mall E-Walk Balikpapan. Lakunya ke Jakarta nih.


Wah, semoga makin banyak foto yang sold out ya! Begitu juga dengan kumpulan footage yang aku submit. Aamiin.

post signature

Pecah Telor Shutterstock Pertama di Tahun 2021

6 Maret 2021

Hai hai!

Rasanya melegakan begitu bisa unggah beberapa foto lagi di Shutterstock. Nggak banyak sih yang bisa diunggah. Hanya sebelas foto. Itu pun tiga doang yang approved. Sisanya tentu saja not approved dengan berbagai alasan. 

For your information, sekarang unggah video sudah tidak seribet sebelumnya loh! Selama ini kalau aku nyetok video mesti pakai bantuan aplikasi AndFTP. Katanya oh katanya, saat ini sudah bisa unggah video langsung di situs kontributor Shutterstock. Aku sendiri belum coba. Maklum, belum ada video yang mau di-upload. 


Kabar baik! Dua fotoku ada lagi nih yang unduh.



Dua-duanya berlokasi di Jakarta semua yang download. Hmm, aku rasa yang unduh orang yang sama deh. 

Okelah kalau begitu, sepertinya itu saja update singkat dariku. :)

post signature

Kirim Paket >100 KG? Lewat Hexa Malang Saja!

7 Februari 2021

Hai hai!

Sekitar bulan November 2019, aku memutuskan untuk mengirim sebagian besar isi kamar kosku, ke mana lagi kalau bukan ke Sangatta. Kebanyakan memang buku, berhubung aku seorang penimbun buku. Dulu. Sekarang mah sudah nggak lagi. Saking mabuk buku, kini aku mulai beralih ke buku digital. 

Awalnya aku ngekos berdua, sampai awal 2017 partner satu kamarku pulang kampung karena sudah lulus lebih dulu. Iya, dia memang angkatan dua tahun lebih tua dariku. Selama di Malang, aku nggak pernah pindah kos, jadi ya... di situ situ aja. Selain karena aman, orang tuaku juga menganjurkan aku buat ngekos di sana karena sudah kenal juga dengan pemilik kosnya. Begitulah.

Gara-gara aku mau pindahan (yang sebenarnya nggak bisa dibilang pindahan karena motor dan secuil barangku masih stay di sana), aku menyadari dengan sangat kalau... barang-barang di kamar ternyata SANGAT BANYAK. 

Berjam-jam aku memasukkan satu demi satu ke dalam kardus rokok. Sebelumnya, aku beli kardus rokok karena ukurannya besar dan bahannya tebal nan kokoh. Belinya tentu saja di Pasar Besar Malang. Setelah finish dengan urusan mengepak, aku takjub karena totalnya tujuh kardus. Yang mana tiap kardusnya tentu saja berat.

Beneran dong berat, buktinya begitu ditimbang, beratnya menembus lebih dari 100 kg. Aku kaget. Bapakku nggak begitu kaget.

Untuk urusan pengiriman, aku percayakan ke ekspedisi Hexa Malang. Jujur saja, ini kali pertama aku gunakan Hexa. Kenapa Hexa? Sebelumnya, aku telah survei ke beberapa ekspedisi. JNE, J&T, dan POS. Tapi, sayang sekali untuk paket seberat itu biayanya tentu saja nggak sedikit. Begitu ke counter Wahana, orangnya menyarankan Lion Parcel dan Hexa. Aku lupa alasannya kenapa aku nggak jadi pakai yang Lion Parcel hingga akhirnya aku percayakan ke Hexa saja.

Tarifnya terbilang terjangkau kalau pakai Hexa. Untuk minimal 30 kg, per kilogram dikenakan 13ribu. Di bawah 30 kg, biayanya akan sama dengan pengiriman 30 kg. Selain itu, aku juga dimudahkan karena adminnya responsif dan paket bisa dijemput di tempat. Perkiraan sampai termasuk cepat, dari Malang ke Sangatta kurang lebih satu minggu saja. 

Pengalaman Kirim Dokumen Penting Melalui JNE

24 Januari 2021

Hai hai!

Kalian pernah kirim dokumen penting lewat ekspedisi?
Atau mungkin, saat ini kalian sedang mempertimbangkan untuk kirim dokumen penting tapi bingung mau pakai ekspedisi apa?


Di sini aku ingin berbagi pengalaman perihal kirim dokumen penting yakni ijazah asli melalui ekspedisi JNE.

Akibat pandemi, wisudaku jadi daring dan aku nggak ada rencana sama sekali untuk menyambangi kota Malang di tengah situasi tak menentu seperti ini. Nah, beberapa hari lalu aku minta tolong bantuan kawan untuk ambil ijazahku. Tentunya pakai surat kuasa dan formulir pengambilan ijazah. Kebetulan kawanku ini tinggal di Malang dan tempat tinggalnya nggak begitu jauh dari lokasi kampus.

Kenapa kirim dokumen pentingnya via JNE? Singkat aja, karena yang terdekat ya JNE.

Aku sama sekali nggak pernah kirim dokumen penting melalui JNE sebelumnya. Sewaktu kawanku bilang mau kirim via JNE, aku hanya bisa berpikiran positif semoga paketnya sampai tujuan dengan selamat.

TIPS KIRIM DOKUMEN PENTING VIA EKSPEDISI APA PUN
1. Pastikan apa yang mau dikirim sudah komplit alias nggak ada yang terlupakan sebelum dikemas
2. Kemas dokumen serapi dan seaman mungkin
3. Tulis nama, alamat lengkap, dan nomor HP penerima dan pengirim
4. Pilih layanan dengan masa pengiriman yang cepat
5. Pakaikan asuransi
6. Berdoa semoga paket sampai tujuan dengan selamat

Di kasusku, pengemasan ijazahku (tentunya sudah ada di dalam map khusus) cukup dibungkus map kertas terus dimasukkan ke dalam map plastik kancing.

Tampilan paketnya saat baru sampai di rumah seperti ini.


Kawanku pakai JNE regular alias JNE REG. Dari Malang (Jawa Timur) ke Sangatta (Kalimantan Timur) dikenakan tarif sebesar 64.000 dan ditambah biaya asuransi 6.000, jadi totalnya 70.000. Aku bisa katakan sampainya CEPAT BANGET, karena hanya DUA HARI saja! Beneran, dua hari aja sudah sampai. Kirim tanggal 21 Januari 2021, sampainya 23 Januari 2021! Aku bisa bernapas lega setelah mengetahui isi paketnya syukurlah aman. 

Sekian dulu postingan aku kali ini. Semoga bisa menjadi referensi untuk kalian yang ingin mengirimkan dokumen penting.

Have a great day! Sampai jumpa di postingan mendatang! :)

post signature

Perjalananku di YouTube

22 Januari 2021

Hai hai!

This is me, Misfil! 

Dua tahun lalu, aku seringkali membuat instastory yang berkaitan tentang kanal YouTube-ku. Itulah saat di mana aku baru kembali ke sana setelah beberapa tahun aku anggurin. 

Aku membuat kanal YouTube saat aku masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Sekitar sepuluh tahun lalu. Saat itu aku tertarik dengan lomba yang diadakan salah satu penerbit. Hadiahnya buku! Syarat lomba itu nggak bisa dibilang mudah buat aku yang nggak suka bicara. Yap, aku ditantang untuk bercerita tentang buku favoritku dan itu harus direkam. Hasil rekamannya harus diunggah di YouTube!

Saat itu YouTube bukanlah media daring yang BOOOM seperti saat ini. Aku pun butuh perjuangan hanya untuk sekadar upload. Internet yang kecepatannya seperti siput kala itu, membuatku sampai ketiduran saat menunggu unggahanku selesai. Aku butuh 8 jam lamanya untuk mengunggah satu video berdurasi sekitar hmm-kalau-nggak-salah-kurang-dari-tiga-menitan. Delapan jam? Iya, memang selama itu!

Sayangnya waktu aku mulai kepikiran buat comeback, aku masih nggak terlalu paham tentang YouTube. Dan... dengan sangat menyesal, bukannya aku ganti mode penyimpanannya dari 'publik' jadi 'pribadi', aku justru menghapus video bersejarah itu. :(

Mau bagaimana lagi... 

Sekitar akhir 2017, aku upload video perdanaku tentang book trailer salah satu ceritaku. Aku edit sesuka hatiku dengan menggunakan Movie Maker, satu-satunya software yang tertangkap mataku ada di desktop laptop. Setelah itu, aku mulai mengunggah beberapa video lainnya. Mulai dari book trailer cerita lainnya, vlog ala-ala, tutorial, dan... ya campuraduk isinya. Hingga nggak berasa, sudah seratus video lebih yang aku upload di sana.

Perjalanan YouTube versiku memang nggak singkat. Dapat 100 subscribers pertama butuh berbulan-bulan lamanya. Bahkan sekarang dengan jumlah ribuan subscribers, aku masih jadi orang yang pertama menekan tombol like di video-video baruku. Pernah kudapatkan hate comments di video yang sudah kuedit dengan sepenuh hati, pernah juga nggak kutemukan komentar apa pun di video yang proses take-nya berulangkali.

Ya, begitulah. 

Apa pun kondisinya, dari sana aku belajar untuk terus belajar. 




Jadi, inilah cerita di balik rumah daring kesekianku, YouTube.

Sekian.

post signature