Drama Lapor Pajak yang Ternyata Belum Happy Ending

17 Februari 2026

Kalau tahun lalu aku pernah nulis pengalaman pertamaku lapor pajak lewat DJP Online (yang bisa dibaca di sini), kali ini aku mau cerita soal pengalaman yang sama tapi ini lewat Coretax. 


Sekarang sistemnya sudah beralih ke Coretax. Yang katanya lebih modern, lebih terintegrasi. Secara konsep sih terdengar promising banget. Tapi seperti biasa, teori dan praktik kadang beda universe.

Sebelum memutuskan untuk buka Coretax, aku sempat baca beberapa keresahan warganet soal Coretax. Timeline X, Threads, hingga komen YouTube dan Tiktok penuh cerita struggle: nggak bisa aktivasi, OTP nggak masuk, sistem error, sampai yang akhirnya menyerah dan datang langsung ke KPP. 

Aku hanya berharap aku nggak perlu datangin KPP, cukup lakukan pelaporan pajak lewat online.

Tapi ternyata… aku gagal juga.

Jadi begini...




Langkah pertamaku aktivasi akun wajib pajak. Yes, ini step paling awal. Aku klik Aktivasi Akun Wajib Pajak dan muncullah halaman dengan beberapa bagian yang harus diisi. 

NIK/NPWP? Aman. Nama Wajib Pajak? Aman.



Bahkan ada verifikasi foto juga. Aman juga.


Aku sempat mikir, “Oh, ternyata nggak ribet-ribet banget ya.”

Sampai di sini, semuanya masih terasa manageable. 

Masalah mulai muncul ketika masuk ke tahap verifikasi e-mail dan nomor HP.

Percobaan pertama, aku isi e-mail seperti biasa. Lalu isi nomor HP dan langsung aku klik tombol Verify. OTP masuk ke HP aku tapi di laman itu aku justru disuruh nunggu.

Percobaan kedua, aku ulangi percobaan pertama tadi. Aku baru ngeh ternyata tombol Verify di bagian e-mail di sini nggak ada. Sedangkan di video-video tutor pada ada.

“Oke, mungkin bug kecil. Chill dulu,” pikirku.

Terus aku coba lagi pada percobaan ketiga. Hasilnya? Sama aja. Tombolnya tetap nggak muncul. Sedangkan waktu aku klik tombol Verify setelah aku ngisi nomor HP, OTP masuk nggak lama. Tapi aku heran naruh OTP itu di mananya, karena di laman itu nggak ada space-nya. Aku lagi-lagi disuruh nunggu beberapa menit.

Entah percobaan ke berapa (asliii, aku sampai lupa) tiba-tiba tombol Verify muncul dengan ajaibnya. Aku pun nggak ingat aku tekan apa atau klik bagian mana sampai dia akhirnya muncul. Kayak dia muncul atas kehendaknya sendiri. 


Tanpa pikir panjang, aku langsung masukin e-mail dan klik Verify. 

Lagi-lagi aku malah disuruh nunggu beberapa menit. Padahal kode OTP sudah masuk ke e-mail dengan cepat. Maksudku, kenapa buat input OTP e-mail dan nomor HP itu nggak ada sedangkan yang lain ada?

Terus muncul tulisan pop up: Operasi Gagal. Email confirmation failed.


Aku bengong dulu beberapa detik. 

Coba lagi dan ternyata sama aja.

Di titik ini, aku semakin sadar kalau tutorial yang berhasil itu nggak selalu mencerminkan realita di lapangan. Di video atau cuitan orang-orang, kelihatannya semua kendala bisa dilewati hingga akhirnya pada sukses lapor pajak. Tapi ketika aku sendiri yang jalani, rasanya tak semudah itu.

Aku sempat mikir, apakah ini pertanda semesta menyuruhku datang langsung ke KPP? Karena ya… mau nggak mau, kewajiban tetap kewajiban. Pajak tetap harus dilaporin (kalau enggak kan kena denda). Tapi bayangan antrian di Kantor Pelayanan Pajak itu bikin aku langsung drop.

(-) Antrian super padat
(+) Bukankah sehari pasti udah beres?

Tapi jujur, aku pengen banget semuanya bisa beres via online. Karena kan tujuannya sistem digital itu buat mempermudah, bukan?

Aku masih berharap percobaan berikutnya akan berhasil. Mungkin aku akan coba lagi di jam yang (menurutku) lebih sepi. Mungkin pagi-pagi buta lagi. Mungkin tengah malam. Siapa tahu server-nya lebih ramah.

Semangat! Semangat!

post signature

Posting Komentar

Tinggalkan jejak yuk ^^ Jangan pelit- pelit~ ❤