Tampilkan postingan dengan label Fanfiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fanfiction. Tampilkan semua postingan

Dream in Love [Part 2]

11 Agustus 2013


Title: Dream in Love
Author: Selsara (@vyselvia)
Genre: Romance, friendship
Rated: General
Length: Chapter 2/?
Casts: Iqbaal (Coboy Junior), Hani, Rara, Risti
Pemeran pelengkap: Syifa, Dhea

Dukk! Aku menabrak seseorang atau seseorang itu yang menabrakku, entahlah. Jam tangan orang itu jatuh. Sepertinya dia sibuk melepas jam tangan tersebut hingga tak sengaja menabrakku. Aku bantu mengambil jam tersebut. Tangannya juga berusaha meraih jam itu. Ketika sadar tangan kita bersentuhan, dia menarik tangannya. Jam berwarna hitam tersebut menjadi kotor. Aku membersihkannya sampai aku sadar bahwa aku sudah wudhu. Batal deh! “Maaf ya, aku nggak sengaja,” katanya meminta maaf. Suaranya bagus sekali seperti suara penyanyi terkenal. Tatapan yang dari tadi fokus hanya ke jam tangan sekarang kualihkan ke pemiliknya. 
“Heh? Kamu??” aku nggak percaya dengan apa yang kulihat. Ini seperti mimpi. Begitu tak percayanya, aku malah menjatuhkan jam tangan tersebut.
Cowok itu tersenyum.
          “Kamu Iqbaal kan?” jari telunjukku mulai bermain peran. Aku menunjuk-nunjuk ke arah cowok itu. Tidak percaya kalau orang yang dikagumi sejak lama ada di depan matanya.

Dream in Love [Part 1]

4 Juli 2013


Title: Dream in Love
Author: Selsara (@vyselvia)
Genre: Romance, friendship
Rated: General
Length: Chapter 1/?
Casts: Iqbaal (Coboy Junior), Hani, Rara, Risti
Pemeran pelengkap: Syifa, Dhea


                “Mau berapa lama kamu melototin poster itu?” tanya Ibu setengah heran dengan sikap anak semata wayangnya ini.
                “Selama-lamanya pokoknya,” jawabku serius.
                “Bu tau nggak?”
                “Tau apa?”
                “Kemarin mereka dapat awards di AMI Awards loh, Bu! Hebat ya…!” sekarang aku berganti haluan. Yang tadinya menatap poster, sekarang menatap Ibunya sambil memegang erat kedua tangan beliau. Saking bangga terhadap idolanya.
                Ibu hanya menggeleng-gelengkan kepala menyaksikan sikap buah hatinya. “Iya… iya… Ibu tau. Ini sudah kesekian kalinya kamu bilang. Sudah, makan siang dulu sana,” ucap Ibu sambil mencubit gemas kedua pipiku.
***