Tampilkan postingan dengan label Perpustakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perpustakaan. Tampilkan semua postingan

Yuk Kenalan dengan LAN!

1 Desember 2016


PENGERTIAN

Local Area Network (LAN) adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti kampus, gedung, kantor, rumah, sekolah, atau lainnya. Saat ini kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s.

Sumber: di sini

Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi W-fi biasa disebut hotspot. Pada sebuah LAN, setiap node ataau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga  dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai. 
.
.
CIRI-CIRI
  • Jarak antar terminal tidak terlalu jauh
  • Pada umumnya LAN tersebut milik suatu organisasi atau perusahaan
  • Umumnya tidak menggunakan fasilitas jaringan telepon, sehingga kecepatan pengiriman data juga tidak tergantung pada jaringan tersebut
  • Menggunakan media transmisi berupa kabel yang khusus untuk komunikasi dan biasanya mempunyai kecepatan pengiriman data yang sangat tinggi (1-10 MBps)
  • Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut
.
.

PRINSIP KERJA
LAN dapat didefinisikan sebagai network atau jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas di dalam satu gedung, satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon. Adapun penggunaan LAN itu sendiri mengakibatkan semua komputer saling berhubungan dalam jaringan pertukaran data. Kerjasama ini semakin berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama. LAN yang umumnya menggunakan hub atau switch akan mengikuti prinsip kerja hub itu sendiri. Dalam hal ini, hub tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast, dan juga karena hub hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus menunggu.

Rangkuman dari:
link 1, 2, 3, 4, dan 5


Nama: Selvia Sari Rahmawati
NIM: 153141614111003


Dosen Pengampu: Eka Ratri, Ssi, M.Sc & Pitoyo Widhi Atmoko, M.Si

post signature

Faktor Penyebab Kerusakan Bahan Pustaka

17 November 2016


Udah semester tiga aja! Rasanya baru kemarin jadi mahasiswa baru.
Berhubung aku mengambil jurusan Perpustakaan dan Arsip, jadinya aku nggak jauh jauh dari yang namanya informasi maupun dokumen. Di semester tiga ini matakuliahnya berbeda dong dari semester sebelumnya. Memasuki semester pertengahan, rasanya gerbang menuju masa-masa sibuk mengurus tugas akhir pun semakin dekat. 

Nah, di semester tiga ini ada yang namanya matakuliah 'Preservasi dan Konservasi Bahan Pustaka'. Kali ini aku berbagi secuil yang aku pelajari di matakuliah ini. Sebenarnya kalau diulik lebih dalam, bakalan panjang loooh. Jadi aku putuskan untuk mengambil satu topik yang baru saja dibahas di perkuliahan yaitu faktor penyebab kerusakan bahan pustaka. 

Faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan bahan pustaka,yaitu:

  • Faktor Internal
Internal -> dari dalam
Jadi, kerusakan ini disebabkan oleh bahan pustaka itu sendiri.
Seperti bahan kertasnya yang terlalu tipis, tinta yang mudah memudar, ataupun lem atau perekat yang digunakan untuk menyatukan kertas-kertas tersebut.

  • Faktor Eksternal
Eksternal -> dari luar
Jadi kerusakan ini disebabkan oleh faktor di luar bahan pustaka itu.
Faktor Biologi 
* Binatang pengerat (baca: tikus)
Berdasarkan sumber yang aku temukan, tikus merupakan perusak bahan pustaka yang sulit untuk dibasmi. Biasanya kasus yang sering terjadi sih bahan pustaka dijadikan sebagai sarang air kencing tikus. Selain merusak bahan pustaka, ini bisa menganggu kesehatan manusia.
* Serangga
Serangga yang paling sering merusak bahan pustaka menurutku itu rayap sama kecoa. 
* Jamur
Jamur yang menempel pada bahan pustaka dapat mengakibatkan halaman demi halamannya saling menempel satu sama lain jadi pas dibuka besar kemungkinan akan sobek. 

Faktor Fisika 
* Debu
Akibat: kertas mudah rapuh dan cepat rusak
* Suhu udara dan kelembaban
Akibat: buku cepat rusak dan mudah diserang serangga (rayap, kecoa, kutu buku, dan lainnya)
* Cahaya
Akibat: Warna pada tulisan, halaman, sampul buku memudar. Buku menjadi rapuh dan cepat rusak.

Faktor Kimia
Kandungan asam yang terdapat pada kertas dan tinta. Ini dapat mempercepat kerusakan bahan pustaka.

Faktor lainnya
* Manusia
Manusia acapkali kurang bisa memanfaatkan dan menangani bahan pustaka dengan tepat. 
Contohnya, melipat sudut halaman sebagai pembatas, merobek buku, mencoret-coret buku, menggarisbawahi tulisan yang dianggap penting. Pernah nggak?

Sumpah, ini bukan coretanku. Sumber dari sini.

Padahal perlakuan seperti yang aku sebutin di atas bisa mengurangi keindahan buku. Bisa gawat lagi, kalau nilai-nilai informasi yang terkandung di dalamnya berkurang.

* Bencana alam
Ini sih cenderung sulit untuk diprediksi.
Bencana alam yang kumaksud di sini seperti banjir, kebakaran, tanah longsor, dan lainnya.
Apabila bahan pustaka rusak karena faktor bencana alam biasanya susah untuk diperbaiki. Terlebih kalau bahan pustaka bertemu dengan yang namanya api. Kalau bahan pustaka yang rusak karena air bisa diperbaiki dengan cara dikeringkan atau dianginkan namun cara ini tidak efektif kalau bahan pustakanya terendam di air ya...
.
.
.
Nama: Selvia Sari Rahmawati
NIM: 153141614111003
Dosen Pengampu: Eka Ratri, Ssi, M.Sc & Pitoyo Widhi Atmoko, M.Si
post signature

First Study Excursie #SBY

27 Oktober 2016


Tanggal 17 Oktober kemarin, aku dan temen-temen sekelas (-1) untuk kali pertama melakukan study excursie (SE) ke luar kota. Kunjungan pertama ini nggak jauh jauh amat, masih di kisaran provinsi Jawa Timur juga, yaitu ke kota Surabaya. Jam 7 pagi ngumpul di INBIS buat briefing dan membicarakan hal-hal lainnya. Sambil nunggu temen-temen yang pada belum datang juga. Jam setengah 8 kita udah di dalam bis pion. Siap berangkat menuju Surabaya. Let's go! 

Perjalanan memakan waktu kurang lebih dua jam. Beruntung deh laju bis nggak begitu laju nggak begitu pelan juga. Waktu dua jam juga nggak jadi persoalan karena ada temen ngobrolnya. Jadi sepanjang perjalanan, ngobrol mulai dari yang penting sampai nggak penting penting amat, selfie dengan berbagai pose, ngemil ngemil cantik, sampai duduk manis doang karena nggak tau mau ngapain lagi. HAHA!


Tujuan pertama kita adalah Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur yang terletak di kota Surabaya. Namun di sini kita lebih mendalami mengenai kearsipannya. Ada banyak ilmu yang didapatkan di sini mulai dari materi arsip statis, arsip inaktif, hingga arsip digital. Cara pengelolaannya, cara akuisisi arsip, dan sebagainya. Bisa ngelihat arsip-arsip yang sebelumnya belum pernah ditemui secara langsung pula. 

Meskipun dikejar durasi namun itu nggak jadi masalah.

Perkembangan Perpustakaan Digital di Indonesia

31 Desember 2015


Ini mungkin pertama kalinya gue posting tentang hal-hal yang berbau jurusan gue, Perpustakaan dan Arsip!

Gue berharap di lain kesempatan, gue bisa banyak sharing mengenai itu. Misalnya, report jalan-jalan/review perpustakaan yang ada di Malang, gitu?

*kembali ke topik*


Ada berbagai pendapat dari para ahli mengenai perpustakaan digital.
Menurut Ismail Fahmi (2004), perpustakaan digital merupakan sebuah sistem yang terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), koleksi elektronik, staf pengelola, pengguna, organisasi, mekanisme kerja, serta layanan dengan memanfaatkan berbagai jenis teknologi informasi.

Definisi lain tentang perpustakaan digital diantaranya menurut Borgman (1992) bahwa:
A digital library is combination of: 1. a service; 2. an architecture; 3. a set of information resources, database of text, numbers, graphics, sound, video, etc; and 4. a set of tools and capabilities to locate, retrieve and utilize the information resources available (Chowdhury, 2004:5).

Dari definisi ini sepertinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari definisi perpustakaan secara umum. Namun bedanya, kesemuanya dilakukan melalui proses komputer dan menggunakan teknologi digital sebagaimana definisi dari Oppenheim dan Smithson:
A digital library is an information service in which all the resources are available in computer processable form and functions of acquisition, storage, preservation, retrieval, access, and display are carried out through the use of digital technologies (Chowdhury, 2004:5-6).

Jadi, dari definisi tersebut, perpustakaan digital secara ideal adalah yang semua bentuk koleksinya digital dan pelayanannya tidak lagi dalam bentuk konvensional. Kalau hanya sebagian saja bentuk koleksinya digital dan masih mempertahankan pelayanan secara konvensional, ini disebut Perpustakaan Hibrida.

Di Indonesia sendiri perkembangan perpustakaan digital semakin meningkat. Bisa dilihat dari munculnya situs-situs perpustakaan digital milik universitas-universitas di Indonesia. Seperti Universitas Indonesia, yang sudah menggunakan software LONTAR (Library Automation and Digital Archive) sebagai sistem otomasi perpustakaan.

Perkembangan perpustakaan digital di Indonesia hingga saat ini sudah cukup baik, walaupun masih dapat dikatakan belum maksimal. Kendala yang paling besar dalam perkembangan perpustakaan digital adalah minimnya anggaran dana serta kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki oleh instansi perpustakaan untuk membangun sebuah perpustakaan digital.

Oleh karena itu, dalam hal ini semua pihak harus ikut serta membantu perkembangan perpustakaan digital, terutama peran dari pemerintah. Peran pemerintah tentunya sangat dinantikan karena memang sudah kewajibannya untuk meningkatkan pendidikan, karena perpustakaan adalah pusat sumber informasi bagi kita semua.

post signature