Pernah nggak sih kamu ngerasa punya banyak banget foto berharga, tapi semuanya cuma numpuk di galeri HP? Aku pernah. Bahkan selalu. Sampai akhirnya aku sadar, kenangan sepenting ini rasanya sayang banget kalau cuma jadi file digital yang suatu hari bisa ketimbun foto lain, atau lebih parah lagi... hilang dan lenyap.
Dan dari situlah semuanya dimulai.
Ini adalah cerita pertamaku order photobook custom, dan jujur… I’m kinda proud of this decision.
Aku nggak nyangka bakal seseru ini prosesnya.
Awalnya, aku cuma iseng scrolling Shopee, cari kata kunci 'custom photobook'. Dan wow… ternyata pilihannya buanyaaaak banget. Mulai dari yang harganya terjangkau sampai yang premium, dari yang bisa dibantu soal desain sampai yang harus mandiri (mereka tinggal cetak). Nggak bisa dipungkiri, aku bahkan sampai nandain banyak lapak custom photobook. Like, “eh ini bagus,” “eh ini juga lucu,” “lah kok ini juga menarik sih.”
Soal ukuran, Epicalab nyediain beberapa pilihan size. Tapi entah kenapa, mataku langsung jatuh ke ukuran 20x20 cm. Kayak pas aja. Nggak terlalu kecil, tapi juga nggak kegedean. Akhirnya aku pilih size ini tanpa banyak mikir lagi.
Untuk jumlah halaman, pilihannya ada 20, 30, 40, 50, sampai 60 halaman. Setelah mikir ulang soal jumlah foto dan layout yang aku mau, aku mutusin buat ambil 40 halaman. Menurutku ini nggak terlalu tipis dan sudah lebih dari cukup untuk menampung foto-foto spesial yang ada di ponselku.
Lalu soal laminasi, ada dua pilihan: glossy dan doff. Aku pilih laminasi glossy.
Finishing-nya sendiri hardcover lem + cover laminasi glossy.
Jujur, aku puas!
Paketnya dikemas dengan rapi dan aman. Ini aku ada checkout bubblewrap seharga goceng. Entahlah, kalau tanpa checkout, apakah tetap aman.
Photobook-nya sesuai dengan yang aku bayangin. Warnanya keluar, hardcover-nya solid, feel-nya premium walaupun harganya ramah di kantong.
Sayangnya ada beberapa foto yang agak nge-blur. Setelah aku perhatiin lagi, kemungkinan besar ini bukan salah cetaknya. Lebih ke kualitas foto aslinya. Foto-foto yang blur itu kebanyakan foto yang satu halaman satu foto ataupun terlalu di-zoom. Jadi pas dicetak, ya kelihatan kurang tajam.
Next time, kalau aku mau cetak lagi (which is YES, pasti), aku bakal ngecilin ukuran foto dan juga bikin satu halaman diisi lebih dari satu foto.
Oh ya, ternyata ada beberapa printilan dalam paket Epicalab. Aku dapat thank you card, voucher discount sebesar Rp15.000,- untuk orderan berikutnya, dan sticker gemes!
Nah, sekarang soal harga. Untuk photobook secakep ini, aku hanya merogoh kocek sebesar Rp58.226,-
Yap. Lima puluh delapan ribu dua ratus dua puluh enam rupiah. Sudah termasuk bubblewrap goceng dan ongkos kirim ke Kalimantan.
Worth it? Banget! Bahkan lebih dari worth it. Karena yang aku cetak bukan sekadar foto biasa, tapi kenangan indah.
#eeeaa







Gokil, anak Sangatta masih menulis blog dong. Kerennn, apa kabs Anda?
BalasHapusBtw photobook custom ini maksudnya file foto daei kita terus diprint langsung di kertas gitu yak?
Masih dong. In this economy sayang banget domainnya kalau nggak tergunakan. Alhamdulillah kabar baik 👍
HapusBenar. Seperti itu.
Photobook ini juga cocok buat hadiah
BalasHapusBeautiful blog
BalasHapusPlease read my post
BalasHapusWah bagus juga ini. Saya juga kepikiran euy, dr kemaren pengen beli photobook.
BalasHapusSoalnya sayang aja, banyak foto disimpennya semua digital. makin lama makin penuh, sementara biaya cloud storage mahal banget. hard disk juga ngeri suatu saat rusak.
Ahh kepoin tokonya ah. Makasih mbaak