Meramu Alien

28 Maret 2026


Sekitar jam empat pagi, random banget tiba-tiba pengen nyusun bricks. Bricks yang ternyata udah kubeli dari tahun 2024. Nah, dari beberapa karakter yang aku punya, aku tertarik sama yang ijo ini. Alien.


Satu kotak isinya ada satu plastik berisi kepingan-kepingan kecil dan satu kertas panduan. Aku pribadi lebih suka yang panduannya lewat kertas terpisah gini ketimbang jadi satu dengan kotaknya. Untuk jumlah kepingan, tertulis 178 pcs di kotaknya. Aku nggak tahu itu valid atau nggak, yang jelas aku tahunya jumlah kepingannya memang banyak.


 
Aku langsung duduk rapi, buka plastiknya pelan-pelan, tabur di atas meja, terus mulai fokus ngikutin panduan step by step. Setiap kepingan aku perhatiin, cocok atau nggak, sesuai petunjuk atau nggak. Kalau ada kesalahan, aku perhatiin bener-bener gimana yang bener di kertas panduan, lalu aku ulangin hingga bener. Biasanya aku salah penempatan, seperti kepingannya harus aku putar seratus delapan puluh derajat baru bener.

Masuk ke pertengahan, mulailah muncul drama kecil lain. Ada beberapa kepingan yang… missing. Atau mungkin aku yang nggak notice padahal ada. Atau mungkin juga aku udah capek, ngantuk, dan jadi nggak fokus. Panduan mulai terasa useless. Aku bolak-balik lihat gambar di kertas, terus lihat kepingan di atas meja, terus balik lagi ke gambar. Hmm… ini harusnya ada di sini, tapi kok nggak ada ya? Pikirku.

Mulai di titik ini, aku hanya mengandalkan improvisasi.

Aku mulai nyusun dengan cara aku sendiri. Nggak lagi terlalu peduli sama panduan, lebih ke feeling aja kali ini. Nggak ada tekanan harus sesuai. Nggak ada rules yang harus diikuti. Just me, the pieces, and my messy creativity at 4 a.m. Eeeaa.

Waktu berjalan cepat tanpa aku sadari. Dari jam 4 lewat, tiba-tiba sudah hampir subuh. Dan taraaa... jadi deh!



Aku kasih rating 100000/100 untuk alien pertama dan terakhirku ini.

post signature

Posting Komentar

Tinggalkan jejak yuk ^^ Jangan pelit- pelit~ ❤